Berat Badan Ideal Anak 3 Tahun & Nutrisi Yang Baik Di Usianya

Posted on

Berat Badan Ideal Anak – Anak-anak yang berusia di bawah lima tahun seringkali disebut era golden age. Pertumbuhan dan perkembangan anak seringkali terjadi begitu cepat baik dari segi fisik maupun perkembangan otak anak tersebut. Akan tetapi, tidak jarang pula mamah muda, atau ibu yang baru mempunyai anak merasa was-was dengan buah hatinya. Terkadang terbersit pertanyaan, berapa sih berat badan ideal anak 3 tahun itu.

Berat Badan Ideal Anak 3 Tahun

Menurut data WHO yang dikutip dari kurva pertumbuhan anak, berat badan yang ideal untuk anak anak berusia tiga tahun adalah 12,1 kg hingga 15,9 kg untuk perempuan. Sedangkan untuk anak laki-laki berat badannya berkisar 12,7 kg hingga 16,3 kg.

Akan tetapi hal yang perlu diingat adalah pertumbuhan anak sangat dipengaruhi dengan kecukupan nutrisi gizi anak. Selain itu ada faktor lain seperti lama waktu tidur, aktivitas fisik anak, serta kondisi stimulasi lingkungan.

Seringkali setiap anak juga memiliki kecepatan perkembangan dan pertumbuhan yang berbeda satu sama lainnya. Faktor yang menjadikan perbedaan ini adalah karena genetik yang diturunkan dari kedua orang tuanya.

Jika anak Anda memiliki berat badan yang diluar rata-rata tersebut, maka jangan terlalu resah akan adanya gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan setiap anak.

Selain berat badan ideal anak 3 tahun, juga ada faktor pertumbuhan lain yang perlu dijadikan bahan masukan seperti halnya dengan tinggi badan ideal anak 3 tahun. Untuk anak laki laki memiliki tinggi ideal rata-rata 90,3 cm hingga 105,7 cm. Sedangkan untuk anak perempuan memiliki tinggi ideal berkisar 89,2 cm hingga 105 cm.

Bagaimana jika anak Anda memiliki berat badan dibawah angka ideal? Jika anak Anda memiliki berat badan dibawah 11,6 kg untuk anak laki laki, dan dibawah 11,2 kg untuk anak perempuan. Maka sudah sepatutnya Anda memeriksakan anak Anda ke dokter anak terdekat. Hal ini dikhawatirkan terjadinya kemungkinan gizi buruk yang menimpa anak Anda.

Termasuk pula ketika anak Anda memiliki berat badan diatas angka ideal. Ada kemungkinan terjadinya gejala obesitas yang akan menimpa anak Anda. Jika anak Anda laki laki, dan memiliki berat badan diatas 21,6 kg sebaiknya perlu mempertimbangkan kemungkinan terjadi obesitas.

Sedangkan jika anak perempuan Anda memiliki berat badan diatas angka 22 kg juga patut mewaspadai berat badan yang berlebih ini. Hal ini ditakutkan akan mengalami obesitas di kemudian harinya.

Oleh karena itu maka Anda perlu menjaga asupan gizi anak-anak Anda. Jangan sampai seringkali jajan dengan makanan yang tidak dijamin kualitas gizinya. Atau malah terkena efek samping dari makanan yang tidak higienis tersebut.

Seringkali pula, makanan anak susah sekali diatur, hal ini dikarenakan anak-anak cenderung meminta sesuatu yang sangat diinginkannya. Semisal coklat dan permen, tidak jarang pula dijumpai anak-anak yang sudah kecanduan dengan permen ataupun coklat.

Setiap makanan yang dikonsumsi secara berlebih akan memiliki dampak negatif bagi tubuh anak Anda. Jika sudah kecanduan permen ataupun coklat, maka boleh jadi memperbesar resiko terkena penyakit diabetes. Terlebih anak Anda enggan memakan sayur-sayuran sebagai penyeimbang.

Tidak semua permintaan anak untuk membeli jajanan harus dituruti. Ketika Anda membiasakan anak Anda makan sembarangan jajanan, bisa jadi Anda akan susah mengontrol asupan gizi makanan bagi anak Anda.

Jadi, marilah secara pintar menjaga asupan makanan bagi si kecil. Kalau perlu sedari dini sudah diajarkan untuk mengonsumsi sayur-sayuran yang hijau yang kaya akan berbagai vitamin. Selain itu perlu juga dikenalkan dengan buah-buahan yang kaya nutrisi dan vitamin.

Baca juga :

 

Banyak sekali buah yang mampu memberikan nutrisi gizi dan vitamin seperti buah wortel misalnya. Buah wortel ini memiliki kandungan yang kaya akan vitamin A dan vitamin E. Vitamin A akan sangat bermanfaat menjaga kesehatan mata.

Perlu diingat pula, asupan nutrisi gizi tidak harus berbentuk nasi. Bisa juga menggunakan bahan makanan lain seperti roti, ataupun kentang. Pastikan setiap makanan yang masuk ke tubuh anak Anda sudah sesuai dengan kalori serta kecukupan gizi sesuai dengan usia perkembangan anak Anda.